Senin, 22 Desember 2014

TENAGA ENDOGEN DAN EKSOGEN


Tenaga Endogen (Tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam Bumi) 
Salah satu pembentuk raut muka Bumi adalah aktivitas tektonisme yang terjadi karena adanya tenaga dari dalam Bumi.
1. Tektonisme: akan mengubah bentuk muka Bumi menjadi naik atau turun. Adanya patahan, lipatan, dan retakan pada kulit Bumi menjadi bukti adanya gerakan tektonisme. Pegunungan merupakan salah satu bentang alam yang dibentuk oleh aktivitas ini. 

Lipatan dan patahan merupakan gerak orogenesa yang termasuk dalam jenis proses diastropisme. Masih ingat bukan, apa yang dimaksud proses diastropisme? Gerakan diastropisme menyebabkan kerak Bumi retak, terlipat, bahkan patah. Gerakan ini dibedakan menjadi dua, yaitu gerak epirogenetik dan orogenetik. 


a. Gerak Epirogenetik
Gerakan ini akan mengubah bentuk muka Bumi dalam waktu yang sangat lambat hingga membutuhkan waktu lama. Efek gerakan ini meliputi wilayah yang sangat luas. Gerakan ini masih dibedakan lagi menjadi gerak epirogenetik positif dan epirogenetik negatif. Cermati perbedaannya pada kedua gambar tersebut.

http://smat.kridanusantara.com/lms/geografi/images/paste15.jpg


Fenomena epirogenetik positif pernah terjadi di Kepulauan Maluku dan Banda. Sedangkan fenomena epirogenetik negatif pernah terjadi di Pulau Buton dan Timor. 


b. Gerak Orogenetik
Berkebalikan dengan gerak epirogenetik, gerak orogenetik berlangsung singkat dan meliputi wilayah yang sempit. Gerak ini berpengaruh besar terhadap terbentuknya pegunungan, patahan, retakan, dan lipatan. 
http://3.bp.blogspot.com/-jdTkG7i-wkY/UjFnuYlSGLI/AAAAAAAAATw/CfgzadjVnmA/s400/lipatan.jpghttp://4.bp.blogspot.com/_V1gsn3Ty38E/TSaKWc7-frI/AAAAAAAAAEY/vmNkCJcgplQ/s320/gb0415.jpg 

http://3.bp.blogspot.com/-2L8pTbyc9Ag/UiPIyg3Pb4I/AAAAAAAAAgU/V1FIhGbXwak/s1600/TEKTONISME.jpg 


2. Aktivitas vulkanisme berkaitan dengan keberadaan magma di dalam Bumi. Isi Bumi yang berbentuk cair ini mengandung batuan dan gas dengan suhu yang sangat tinggi. Oleh karena suhu yang sangat panas membuat magma bergejolak hingga mampu meretakkan, menggeser, dan menyusup ke lapisan Bumi diatasnya. Nah, gejala vulkanisme terjadi karena penyusupan magma.


1) Intrusi Magma
Magma dari dalam Bumi dapat mengalir menyusup di antara lapisan batuan tetapi tidak mencapai permukaan Bumi. Setelah membeku, penyusupan magma ini membentuk kenampakan sebagai berikut.
  1. a)  Batolit adalah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma.
  2. b)  Lakolit adalah batuan beku yang terjadi pada dua lapisan litosfer dan bentuknya menyerupai lensa cembung.
  3. c)  Sills adalah sisipan magma yang membeku pada dua lapisan litosfer berbentuk tipis dan lebar.
  4. d)  Diatrema adalah batuan hasil intrusi magma yang memotong lapisan litosfer.
2) Ekstrusi Magma 
Ekstrusi magma terjadi bila magma keluar ke permukaan Bumi akibat tekanan dari dalam Bumi.
Aktivitas ini bisa menimbulkan letusan (erupsi) pada gunung api. Dilihat dari bentuk lubang keluarnya magma, terdapat tiga macam erupsi sebagai berikut. 
a) Erupsi Linier atau Erupsi Melalui Retakan 

Magma dari dapur magma mengalir menyusup keluar melalui retakan memanjang pada kulit Bumi. Akibat erupsi ini terbentuk deretan gunung api. 
b)  Erupsi Areal 
Magma yang keluar dan meleleh pada permukaan Bumi dapat terjadi karena letak dapur magma yang sangat dekat dengan permukaan Bumi. Akibat erupsi ini terbentuk kawah gunung api yang sangat luas. 
c)  Erupsi Sentral 
Erupsi sentral atau biasa kita kenal sebagai letusan gunung api terjadi karena keluarnya magma melalui sebuah lubang di permukaan Bumi hingga terbentuk gunung yang letaknya terpisah dengan gunung-gunung lainnya. 

Tenaga Eksogen (Tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari luar/atas permukaan Bumi)

Air, angin, organisme, sinar matahari, dan es dapat menjadi satu kesatuan tenaga yang mampu mengubah raut muka Bumi. Proses pengubahan muka Bumi ini membutuhkan waktu yang tidak pendek, di antaranya melalui proses pelapukan, pengikisan, pengendapan, dan denudasi.

a. Pelapukan
Ketika lapisan Bumi maupun batuan mengalami proses pengelupasan oleh tenaga eksogen, itulah yang disebut pelapukan. Proses ini mampu mengubah bentuk muka Bumi. Pengelupasan ini terjadi karena beberapa faktor. Perbedaan faktor yang dominan dalam suatu pelapukan akan memberikan proses dan dampak yang berbeda. 
http://blog.ub.ac.id/firmansyufi/files/2012/05/exfoliation2.jpg


b. Pengikisan
Salah satu proses pengubahan muka Bumi secara alami adalah melalui pengikisan. Pada proses ini massa tanah atau batuan di- uraikan dan dipindahkan.
http://4.bp.blogspot.com/-GEV9E0IHLOE/Ti4k0qG7lXI/AAAAAAAAAM8/GE7KYlBGMGg/s1600/Erosi+tebing+sungai.png


c. Pengendapan
Proses pelapukan dan erosi menghasilkan materi yang bisa terangkut oleh aliran air maupun kekuatan angin. Material tersebut dapat berupa pasir, lumpur, maupun tanah. Nah, materi yang terangkut tersebut akan mengendap di suatu tempat sesuai dengan karakteristik media pengangkutnya. Apabila aliran air deras, ataupun kekuatan angin sangat kencang, maka materi akan terendapkan di tempat yang jauh dari tempat asal terjadinya erosi maupun pelapukan. Pengendapan berlangsung secara bertahap sehingga membentuk sedimen yang berlapis-lapis. 
http://geohazard009.files.wordpress.com/2009/12/alluvial-fan.jpeg 

d. Denudasi
Antara denudasi dengan erosi dan pelapukan saling terkait, karena tenaga yang bekerja dalam proses denudasi (perombakan) adalah erosi dan pelapukan. Bentang alam hasil proses apa pun bisa saja mengalami perombakan. Proses denudasi ini akan menghasilkan beberapa fenomena antara lain seperti berikut. 
1)  Lereng Puing 
Tebing atau lereng gunung terdenudasi sehingga menghasilkan lereng puing di kaki gunung. 
2)  Longsoran Bukit 
Selain lereng puing, denudasi juga menghasilkan materi longsoran yang bisa saja menimbulkan rockfall dan landslide